Sosial
Cara Berdebat yang Ampuh
For english version click here: http://lifeafriend.blogspot.com/2013/11/debate-tactics-and-powerful-arguments.html
Satu hal yang paling tidak aku sukai adalah membaca buku. Setidaknya sampai bertemu dengan sebuah buku yang judulnya cukup lebay dan sedikit membuat penasaran, judul bukunya yaitu "Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain" karya Dale Carnagie kalau tidak salah. Isi bukunya lumayan menyentuh, dibuku itu juga ditulis mengenai cerita - cerita orang besar dan kebiasaan sederhana yang membuat mereka hebat. Mulai dari Abraham Lincoln sampai penjahat yang terkenal kejam. Yang dibalik semua nama besar mereka, ada banyak hal menarik yang kiranya perlu diketahui. Buku ini bukan buku bagaimana cara mempengaruhi orang dalam arti negatif, bukan, malah buku ini banyak merubah orang dari yang arogan menjadi lemah lembut. Jujur aku sendiri sebelum membaca buku ini sangat menyukai perdebatan, aku kira dulu dengan berdebat kita bisa meyakinkan orang dan memenangkan pikiranya menuju cara berpikir kita.
Satu hal yang paling tidak aku sukai adalah membaca buku. Setidaknya sampai bertemu dengan sebuah buku yang judulnya cukup lebay dan sedikit membuat penasaran, judul bukunya yaitu "Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain" karya Dale Carnagie kalau tidak salah. Isi bukunya lumayan menyentuh, dibuku itu juga ditulis mengenai cerita - cerita orang besar dan kebiasaan sederhana yang membuat mereka hebat. Mulai dari Abraham Lincoln sampai penjahat yang terkenal kejam. Yang dibalik semua nama besar mereka, ada banyak hal menarik yang kiranya perlu diketahui. Buku ini bukan buku bagaimana cara mempengaruhi orang dalam arti negatif, bukan, malah buku ini banyak merubah orang dari yang arogan menjadi lemah lembut. Jujur aku sendiri sebelum membaca buku ini sangat menyukai perdebatan, aku kira dulu dengan berdebat kita bisa meyakinkan orang dan memenangkan pikiranya menuju cara berpikir kita.
Aku kira dengan menyalahkan orang lain mereka akan setuju dengan sepenuh hati. Tapi semua itu SALAH, salah besar. Justru dengan berdebat dan membuktikan bahwa orang lain salah, itu malah akan semakin menutup pikiran mereka. MUNGKIN MEREKA MENYADARI BAHWA MEREKA SALAH TAPI APAKAH EGO MEREKA DEMIKIAN? John C Maxwell dalam bukunya menuliskan bahwa : Hati mendahului Kepala. Jadi dalam debat EGO LEBIH BERMAIN KETIMBANG LOGIKA. Tidak percaya? Ingatkah ketika anda tetahir kali memenangkan perdebatan dengan teman anda? Walaupun anda terbukti salah apakah anda akan mengakuinya secara tulus? Kalaupun anda menang: kelihatanya anda benar dan menang, tapi coba rasakan perasaan teman anda tadi, apakah mereka menerima argumen anda dengan sepenuh hati?
Dapatkah kita menyadarkan seseorang dengan cara melukai kebanggan mereka akan ego dan hatinya. Jika anda belum menyadarinya tolong periksakan hati anda ke dokter dan tanyakan seberapa keras hati anda. Salah satu cara untuk memenangkan perdebatan adalah DENGAN MENGHINDARINYA! Latih diri anda bagaimana membuat orang yang tidak sependapat menjadi sependapat, tanpa melukai hatinya! Itu tantanganya. Seseorang mungkin menyangkal, "apa maksud anda? saya berusaha membenarkan yang salah, dan membenarkan sesuatu yang salah adalah bla bla bla....". Berarti orang itu punya pemikiran yang sama denganku yang dulu.tapi coba perhatikanlah saat perdebatan, pernahkah anda melihat acara debat? lalu apakah meraka "semua" mendapat hasil yang memuaskan? Pernahkah anda berdebat dengan pelanggan anda? lalu apakah mereka tertarik untuk "membeli" produk anda setelah anda memenangkan perdebatan? Yang terjadi mereka akan menjauhi anda, dan akan membeli produk orang lain, sekalipun! produk anda adalah yang terbaik!
Setelah menyadari hal itu, aku coba mencari cara untuk "menarik" pikiran mereka tanpa melukai kebanggaan mereka. Sebodoh - bodohnya aku tetapi aku tidak tuli informasi, sebodoh - bodohnya aku aku bukan idiot, lalu aku mencar banyak literatur dari buku - buku, internet mungkin, kitab suci, apapun! Setelah itu aku mendapat "cara" atau teknik dalam sebuah audiobook yang cukup menarik. Setelah itu ternyata kesimpulanya adalah EMPATI. Yah empati, kita harus berbicara dari hati. Simpel sebenarnya tapi kebanyakan orang yang hanya terbawa emosi untuk menjatuhkan orang lain, itu yang salah. Sampaikan rasa empati anda, contoh: "aku merasakan apa yang anda rasakan..." katakan itu, dengan empati yang tanpa dibuat - buat. Lalu katakan "aku dulu juga berpikir seperti itu... Lalu setelahku temukan bahwa . . . (bla bla bla)" katakan permasalahanya, "ternyata (bla bla bla) . . .tidak seperti yang aku rasa dulu". Itu kelihatan seperti memutarkan makna, tapi ini harus dikatakan dengan jujur, trik ini kebanyakan berhasil jika kita jujur atau tanpa dibuat - buat.
Tentu cara ini tidak berlaku pada saat lomba, tapi bisa sangat berguna pada saat berhubungan dengan manusia. Pada lomba debat kita memang dirancang untuk "menjatuhkan" orang lain, dan itu satu hal paling tidak aku suka! apalagi saat melihat orang yang kehilangan muka akibat kalah berdebat, sangat tidak menusiawi, hanya akan meninggalkan suatu yang buruk yang tidak akan pernah mereka lupa, apalagi jika mereka orang Melankolis.
0 komentar:
Posting Komentar